Minggu, 09 Juni 2019

PERTEMUAN MEMBAWA BERKAH

Perkenalkan nama saya bukhari. Saya akan mengisahkan tentang kejadian yang membuat saya kebingungan, yang tidak tahu lagi minta bantuan dengan siapa dan bahkan saya sudah pasrah kepada Allah SWT.

Suatu hari tepatnya pada hari sabtu/malam ahad, 08 Juni 2019. Saat itu saya di suruh ibu untuk membeli lampu di pasar malam, tapi orang jualan di pasar malam tersebut cuma sedikit, mungkin karena setelah lebaran dan bahkan karena sore sabtu tersebut terjadi hujan lebat.

Saya liat sana sini di pasar malam, ternyata gak ada orang yang jualan lampu. Setelah itu saya pulang dan mau membeli di warung yang lumayan jauh, sehubungan warung tersebut jauh maka saya ingin menggunakan motor. Saya ambil kunci motornya ternyata tidak ada, lalu saya cari kunci motornya dengan minta bantuan kepada ade dan ibu saya yang ternyata kuncinya tidak dapat, kata kaka saya kuncinya ada di kaka saya yang satunya. Ternyata saya tidak ingat menanyakan ke kaka saya satunya, ternyata dia keburu pulang ke kota.

Ibu saya bilang "mungkin disimpan ayah kamu". Setelah ayah saya datang ketika saya tanyakan tentang kunci motor, dia bilang "saya yang menyimpan kuncinya, saya simpan di saku baju saya. Tapi sekarang setelah saya liat di kantong tersebut, ternyata sudah gak ada."

Ayah sayapun mencari kuncinya sana sini, bahkan dia kembali ke jalan atau tempat yang pernah dia lalui dan hasilnya juga tidak dapat. Sebenarnya pada malam ahad saat itu motor tersebut mau di dipakai, tapi kunci motornya masih belum dapat. Maka saya pinjam motor ke abang saya, alhamdulillah motornya dipinjamkan. Sayapun mencari lampu di warung yang tempatnya lumayan jauh, alhamdulillah lampunya dapat.

Keesokan harinya yaitu hari Ahad, 09 Juni 2019. Ibu saya mengajak saya ke acara perkawinan yang tempat acaranya lumayan jauh, saya bilang ke ibu "kunci motornya masih belum ketemu bu". Saat itu kamipun mencari-cari kunci motor tersebut didalam rumah ternyata masih belum dapat, akhirnya kami tidak jadi berangkat ke acara perkawinan.

Sayapun santai-santai, ternyata ada salah satu teman yang menghubungi saya dia mengajak untuk berangkat ke acara perkawinan, sayapun mau dan saya ajak lagi teman yang lain untuk berangkat sama-sama. Sayapun bilang ke ibu "saya berangkat bu, ada teman yang mengajak untuk berangkat sama-sama, dan saya berangkat ikut dia bu" dan ibu saya bilang "iya silahkan berangkat". Ibu saya gak jadi berangkat karena ada urusan yang lain serta karena kunci motor kaka saya masih belum dapat.

Waktu sorepun telah tiba, kaka saya yang satunya yaitu pemilik motor yang kuncinya hilang telah mengabarkan bahwa dia pulang dari kota ikut travel dan kemungkinan sampai sore ini juga. Diapun bilang kesaya "saya datang sore ini, nanti tolong bawakan barang-barang saya ke rumah ya" dan saya menjawab "iya ka. ma'af, tapi kunci motor kaka lagi hilang. Kami sudah mencarinya ternyata masih belum dapat ka".

Sore itu saya langsung jalan kaki ke tempat kaka saya berhenti, setelah sampai yaitu di tempat keluarga. Dan sayapun pinjam motor keluarga untuk mengantar kaka dan anak-anaknya serta barang-barang bawaannya.

Setelah waktu malam telah tiba yaitu malam senin, setelah selesai shalat Maghrib saya mengembalikan motor ke keluarga yang saya pinjam sore tadi. Malam itu saya masih ada di rumah, saya disuruh ibu saya untuk membeli bahan-bahan untuk membuat kue, sehubungan kunci motor belum dapat. Saya berangkat jalan kaki yang ditemani dengan ade sepupu ke warung, setelah bahan-bahan tersebut sudah terbeli kamipun segera pulang.

Keesokan harinya yaitu hari senin, 10 Juni 2019. Kaka saya yang punya motor tersebut minta tolong untuk mengantarkan motornya ke bengkel, sehubungan motor tersebut stangnya terkunci ayah saya ingin membawanya menggunakan gerobak, setelah di ukur ternyata motor tersebut tidak muat kalau di masukkan ke gerobak. Sayapun berfikir supaya mencari angkutan untuk membawa motor tersebut ke bengkel.

Ibu saya menyarankan agar pergi ketempat orang yang kebetulan dia punya mobil angkut, tanpa berpikir panjang saya langsung ke rumahnya tersebut. Setelah ketemu orangnya, saya bilang "apakah saya bisa menyewa mobil angkut kamu untuk membawa motor ke bengkel" dia bilang kesaya "apakah ada sopirnya" dan saya jawab "tidak ada, kalau kamu sopirnya bisa gak", diapun bilang "ma'af ya, saya sekarang lagi ada yang harus dikerjakan".

Sayapun melanjutkan perjalanan untuk mencari mobil angkut ke tempat yang lain lagi, ternyata gak ketemu. Ada salah satu orang yang saya temui dia menyarankan agar bisa mengajak orang yang bekerja di bengkel motor, langsung diajak ke rumah agar dia bisa memperbaiki motor tersebut. Sehubungan bengkel motornya masih tutup, sayapun langsung segera pulang tanpa membawa sewaan mobil angkut.

Setelah di perjalanan menuju pulang yang saat itu cuma jalan kaki, saya melihat teman-teman saya di warung yang kebetulan mereka mau berangkat ke kota untuk melanjutkan perkuliahan dan sayapun menghampiri mereka serta berbincang-bincang. Setelah bertemu mereka tersebut, sayapun melihat kunci motor yang sedang bergantung di sebuah tali depan warung, ternyata kunci motor tersebut milik kaka saya yang selama ini di cari-cari.

Saya sangat bersyukur kepada Allah SWT. bahwa kunci motor tersebut masih bisa ditemukan. Sayapun juga berbicara dengan orang tua dari teman saya dan sekaligus pemilik warung tersebut, dia bilang "setelah kami temukan kunci motor ini, kami bingung mau mengembalikan ke siapa karena kami tidak tahu kunci motor ini milik siapa dan kamipun menggantungnya di sebuah tali yang biasanya tempat jualan, dengan harapan supaya pemilik kunci motor ini bisa melihatnya", sayapun menjawab "terimakasih karena sudah menyimpan kunci motor ini, saya mohon izin untuk mengambil kunci motor karena kunci motor ini punya kaka saya yang hilang", dia menjawab "iya silahka''.

Setelah itu saya pamitan dengan teman saya dan orang tuanya. Sayapun langsung segera pulang, kaka dan orang tua saya masih menunggu karena saya sedang mencari mobil angkut. Mereka menunggu dengan rasa khawatir dan penuh harap agar saya bisa mendapatkan sewaan mobil angkut.

Sesampainya di rumah, saya bilang ke mereka "Alhamdulillah, kunci motornya sudah dapat".  Walaupun saya pulang tanpa membawa sewaan mobil angkut, merekapun sangat senang dengan kedatangan saya karena sudah menemukan kunci motor yang selama ini di cari-cari.

*Alhamdulillah... dengan usaha dan do'a serta kesabaran, akhirnya kunci motor yang hilang dapat ditemukan. Seandainya saya tidak mendatangi dan bertemu dengan teman-teman saya bahkan orang tuanya, kemungkinan pada hari itu kami belum menemukan kunci motor yang hilang dan kamipun tidak tahu lagi kapankah kami bisa menemukan kunci motor tersebut.

Ditulis oleh:
 Al-faqir Akhmad Bukhari